Semua hal yang terjadi tak pernah aku ungkapkan dengan kelakuan , sedangkan kata - kata yang belum bisa ku ceeitakan ke orang hanya bisa ku utarakan ke dlam sebuah lukisan ...
*---------*--------*
Birunya langit seakan terlihat bahwa tak ada dosa yang mengotori bumi . Matahai bersinar dengan hangatnya dan kicauan burung yang bernyanyi memerdukan ketentraman di pagi hari.
Hati yang sekarang yang berubah menjadi hati yang penuh harapan. Perasaan suka tidak bisa semudah itu di ungkapkan dengan kata-kata , hanya lewat lukisan penuh warna semuanya bisa ku sampaikan. Saat ini, di dalam dadaku mulai tumbuh bunga berwarna merah.
*---------*---------*
Pagi itu, hari terlihat sangat cerah. Pendaftaraan murid barupun di semua daerah telah dibuka.
Redda seorang gadis yang pandai melukis, rambut panjangnya yang berwarna hitam dan bola matanya yang terlihat seakan sebuah kehidupan baru akan dimulai pagi itu.
" Pagi , Redda! ", teriak seorang teman dari belakang menyapaku.
" Pagi , Hida " , jawabku.
" Ih...kampungan, padahal sudah pilih sekolah yang seragamnya bebas tapi kenapa kau malah cuma pake kaos dan celana jeans? " , tegur Hidda kepadaku karna terlalu sederhana.
" Tapikanpakaian ku akan lanfgsung kotor kena cat warna , jadi nggak perlu pakai yang bagus "
" Hm....benar-benar sifat Redda, bahakan melukis lebih penting di bandingkan dangan danda. Kalau aku meemulai masa mudaku denag semangat "
Aku memilih SMA yang sama dengan Hida. Seorang teman kecilku. Di sekolah yang akan ku masuki, terliahat sebuah bangunan yang indah dan terkenal akan pemandangan alamnya.
" Wahh...lihat-lihat indah sekali pemandangannya. Nggak salah kita pilih sekolah, aku bisa merasakan adanay cinta baru...mulainya masa mudaku " terlihat dari wajah Hida yang sangat senang melihat pemandangan alam yang sejuk dan damai. Tapi memang benar-benar indah....seprti badai bunga yang akan ku lukis dengan tema " MULAINYA SESUATU YANG BARU ".
*-----------*----------*
Tiupan angin yang berhjembus meniup dedaunan. Dari jauh terlihat seseorang. Samar-samar yang berjalan dengan tenangnya dan penuh dengan goresan warna dibajunya. Angin yang meniup rambut hitamnya itu membuatku terpaku melihatnya.
" Samar-samar bau ini? .... Cat minyak " , kataku dalam hati.
Jjantungku berdetak kencang , saat pandangan matanya melihat ke arahku membuat badanku tak bisa bergerak. Saat itupun kakiku terdiam.
" Hebat, baru pertama kalinya aku melihat ada orang selain kau yang membawa buku sketsa besar " , kata Hida.
" Apa cowok tadi anggota klub seni ? " , kataku.
" Kalau ada klub seni kau ikut aja "
Dia melihat kearahku dengan senyum, sesaat kami saling berpandangan. Matanya yang bening sakan seakan bisa menghisa apapun kedalamnya.
*--------*---------*
TO BE CONTINUED....
Minggu, 19 September 2010
24 COLOURS
Diposting oleh Ruri di 00.41
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
link
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar